Saya sangat menyukai permaianan ini karena bisa lari sekencang-kencangnya. Si pemukul bilah bambu lari dari titik awal ke tiang satu dan dilanjutkan ke tiang dua. Kalau selamat kembali ke titik pertama, dia menang. Permainan ini mengutamakan kecepatan lari dan ketangkasan dalam berkelit.
Malam ini, saya bisa ke rumah mbakyuMaltufah dan adinda Fawaid. Keduanya putra Paman Rasyid. Saya datang bersama rombongan famili dalam tiga mobil. Tentu saja saya sangat antusias datang karena undangan mereka adalah untuk makan ikan gabus yang diperoleh dari sungai yang berada di belakang rumah mereka. Sungai ini berasal dari arah barat, dari Ganding dan kecamatan Guluk-Guluk dan berakhir di Saronggi.
Kamar depan paling timur masih ada? Tidak diubah? Tanya saya kepada mbakyu.
“Oh, tidak,” jawabnya, “Kenapa?”
“Ya, saya ingat. Di kamar itu, dulu, saya biasa menginap.”
Beliau pun tertawa mengingat masa-masa kecil dulu. Pukul 22.00, rombongan pulang dengan perut kenyang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar