Setelah kalah-menang dalam beberapa etape sebelumnya, pada etape terakhir reli gila Paris-Dakar ini aku dan Titos berhasil menyentuh finish pertama. Beruntung, Titos mendapat kesempatan kupacu cepat tancap melesat hingga tak tersisa lagi apa itu pedal gas untuk dilibas!
Akibat mengemudi dengan Titos dengan cara membabi buta, korban-korban pun berjatuhan:
Pertama, TATRA
Kedua, LIAZ, dan yang teLaaakhir
V...O...L...V...O... !!!
Bahkan, sebelumnya, saudara sekandung lain ayah lain ibu pun, Mitsubishi Pajero, sang penakluk Paris-Dakar bertahun-tahun, harus juga didahului.
Kawan-kawan, dalam kesempatan ini saya minta maaf.
Waktu itu aku buru-buru bukan karena ingin menyalip kalian semua,
tapi karena kebeles pipit, dan ingin segera tiba di kamar kecil di
