Pembaca

Tampilkan postingan dengan label velg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label velg. Tampilkan semua postingan

26 Februari 2012

Cat Velg


Karena ada kesempatan untuk mengecat velg, akhirnya semua velg si Titos ini saya copot dan bodi colt diganjal kayu. Kelima velg saya bawa ke bengkel untuk selanjutnya dicat warna perak (silver), yaitu cat seperti warna semula. Namun, pak tukang cat mengajukan usul agar velg dicat coklat muda, sedikit lebih cokelat dari warna colt T-120 pickup (kuning abu). Kok bisa? Kata saya keheranan. Dia bilang, itu cat warna dasar. Dia juga menjelaskan bahwa cat dasar colt pada bagian-bagian yang tidak mungkin dicat biasanya berwarna cokelat muda.


Setengah percaya setengah tidak kepadanya, saya pasrah saja akhirnya. Saya pun ingat, bahwa usia dia lebih tua dari saya sehingga dia lebih mungkin ingat warna dasar itu daripada saya semasa dia masih muda. Ya, dia mengaku juga pernah punya colt di zaman awal tahun 80-an dulu.

Setelah velg dibakar untuk menggelontorkan sisa cat yang lama, lalu diamplas pada bagian yang kurang rata karena nanti akan dipakaikan ban tubelees, velg dicat dan maka beginilah hasilnya…




09 November 2009

Velg Sebabnya-kah?


Naik colt kesayanganku ini, kena stop polisi lagi. Ini operasi tertib lalu-lintas, khusus sepeda motor, tapi kok mobilku dicegat, ya? Padahal, aku bersama keluarga dan bahkan, pakai peci haji. Kena cegat pula!

Polisi muda itu memeriksa surat-surat dan SIM-ku dengan ramah. Kesimpulannya? Lengkap. Surat kreditnya saja yang tidak ada.


Setelah meninggalkannya, aku menggerutu di dalam hati. Kok, harus dicegat? Distop kan bisa menghabiskan waktu 3 menitan, kalau berdebat mungkin jadi 10 menit, dan kalau kena tilang, bisa 15 menitan atau lebih. Jika mau pergi kondangan, pasti sudah kebagian cuci piringnya.


Bikin pertanyaan sendiri, kujawab sendiri: Dugaanku, pak polisi itu mempertimbangkan, lalu mencegat mobilku karena dia melihat velg standar dengan wheeldop kusam dan flinstone sekali. Coba kalau kuganti dengan velg 17”-an dengan ban tipis ukuran 55, mungkin pak polisi itu akan serta-merta haqqul yaqin bahwa colt yang kubawa ini “bukan colt biasa” (maksdunya: biasa buat ngompreng).


Aku sempat berpikir untuk menukar velg-ku dengan velg ukuran 18” seperti gambar di bawah ini, tapi aku tidak yakin karena:

  1. sukar saat berputar
  2. berat saat membayar
  3. emang yang punya velg 18”-an mau, apa?

Keliling Madura Paket Lengkap

Sudah berkali-kali janjian dengan Ali Wasik untuk pergi ke rumah (kita sebut kiai biar lebih afdal karena dia memang pemangku pesantren, yak...