Waktu pertama kali saya
pergi ke Bato Guluk, saya papasan sama harimau. Saya membatin, ‘Ini
harimau kok kakinya cuman tiga?’ Setelah saya amati, ternyata
harimau itu sedang menyeka air mata dengan tangan/kaki depannya!
Jangankan manusia, harimau pun nangis kalau harus lewat situ!
(Pak Muksir)
HARI INI, 10 Maret 2025, saya pergi ke Gadu Timur. Tujuan lanjutannya adalah ke Bun Barat, Rubaru. Berdasarkan jarak, dari Darun Najah di Gadu Timur ke Pasar Sattowan (via Bato Guluk) hanya 8,6 kilometer saja. Akan tetapi, jika Anda meminta bantuan Google Maps, arah Anda akan dibelokkan ke barat terlebih dulu, ke daerah Pregi, terus ke Campaka, dan baru ke Pasar Sattowan yang total jaraknya jadi 14 kilometer. Hampir ada 6 kilometer jarak terbuang gara-gara pencitraan satelit yang tidak mampu ditangkap oleh Google Maps, padahal nyata-nyata jalan ke Pasar Sattowan via Bato Guluk itu benar-benar ada. Sudah beberapa kali saya melewatinya.
Tujuan perjalanan saya kali ini sebetulnya cuman sampai di Darun Najah, mengantar anak putri saya ke rumah Mas Jamal dan Mbak Eppang. Dia ingin bertemu temannya, Amah, putri mereka berdua. Pesan saya kepada Anak sebelum berangkat; ‘Dari Gadu, kamu ikut Amah saja ke Bun Barat. Biar keluarga mereka yang mengantar kalian. Kalau mereka harus menjemput kemari, kasihan mereka karena itu sama dengan buang-buang jarak, sangat jauh’. Ternyata, skema berubah setelah saya tiba di lokasi. Saya berubah pikiran. Saya putuskan biar saya saja yang mengatar mereka supaya tuan rumah tidak repot harus mengeluarkan mobilnya.
“Biar saya langsung ke utara saja, lewat Bato Guluk,” kata saya pada Mas Jamal.
“Aduh, jangan! Jalannya sangat rusak.”
“Masa? Bukannya sudah diperbaiki?”
“Rusaknya sangat parah. Lewat ke barat dari sini saja, tembus di Pregi.”
“Oh, ada jalan pintas ke sana?”
“Ada.”
Baru kali ini saya cek Google Maps. Ternyata, di peta digital itu, jalan ke Bato Guluk “dianggap” terputus alias tidak ada jalan dari dusun Polay (PP Darun Najah). Ujung jalan berakhir di sebuah titik kordinat sebelum rumah Robith (As-Salam). Kok bisa? Ini disebabkan, bisa jadi, karena citra satelit tidak utuh ketika merekam yang mungkin disebabkan banyaknya rerimbunan pohon. Soalnya, jalan itu benar-benar ada dan tidak terputus. Hanya saja jalannya memang rusak parah.
Maka, kali ini adalah pengalaman pertama saya melewati Pregi tapi dari arah Gadu Barat. Ternyata, dari Gadu Barat bisa tembus ke Pregi, melewati jalan yang sangat sepi. Tidak ada rumah kecuali saling berjauhan letaknya. Ujung jalan nongol di mulut jalan di sebelah selatannya Lembana atau di utaranya Bhuju’ Pregi.
Kami pun bergerak menuju Bun Barat, Rubaru, ke Pondok Pesantren Darussalam melewati jalur biasanya: Campaka, Pasar Sattowan, Rubaru, Bun Barat. Selesai mengantar, saya langsung pulang, menempuh jalan yang biasa, namun tidak lewat Gadu Barat lagi. Saya mengarahkan mobil langsung ke Ganding, terus ke Guluk-Guluk.
Sebetulnya, pulang dari Bun Barat, rencananya saya tetap memaksakan agar bisa lewat Bato Guluk via Basoka, ke selatan dari arah utara. Akan tetapi, atas saran dari Robith, saya gagalkan rencana ini karena katanya, “Jalan dari Basoka ke Batu Guluk itu sangat hancur, tidak terurus, seperti kekasih yang ditinggal pada saat lagi sayang-sayangnya...”
Perjalanan hari ini mengingatkan saya kejadian malam Sabtu yang lalu (6 Maret), saat saya nyambang orang tua walisantri yang terkena sambaran petir namun hamdalah tidak meninggal dunia. Saya menempuh rute yang mirip dengan hari ini. Ibarat kata, jika dianalogikan dengan jam, posisi saya yang berada di angka angka 6 harus melewati urutan angka-angka dalam jam itu untuk sampai ke tujuan yang berada di angkat 2.30, padahal mestinya saya bisa langusung berputar mundur ke arah kanan, ke angka 5, 4, 3, dan tiba di angka 2.30. karena Bato Guluk hancur, maka saya harus lewat jalan memutar.
Saya rasa, meskipun bukan satu-satunya, Basoka dan Bato Guluk ini termasuk daerah yang paling jarang tersentuh pembangungan di daerah Sumenep Daratan. Kalau kondisi Sumenep Kepulauan, ah, jangan ditanya. Pasti lebih lebih horor daripada yang saya gambarkan di sini.

.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar