Pembaca

19 Mei 2026

Silaturahmi Colt Mania di Tangerang

Ambil kesempatan dalam kesempatan, tidak menunggu waktu sempit untuk ambil kesempatan. Itulah yang saya gunakan sewaktu ada acara Bismania di Mall Balekota Tangerang. Saya dijemput Pak Bambang dan saya pun menginap di rumah beliau.

Besok paginya, Minggu, 17 Mei 2026, saya diajaknya ke bengkel pribadinya di Balaraja, di Kampung Cariu, Talangsari. Siang itu, kami bertemu dengan Mas Akbar yang datang dari Bandung dan Pak Marhan. Tentu saja, setelah makan siang, kami tidak segera bubar karena janji bertemu di rumah Pak Broto akan dilaksanakan sore hari. Sambil menunggu waktu tiba, kami ngobrol ngalor-ngidul. Apalagi temanya kalau bukan rencana-rencana touring atau rencana persahabatan lainnya. Soal bensin boros dan mesin yang panas sudah selesai pembahasan itu di grup Colt.

Setelah Ashar berkumandang, pergilah kami ke Perumahan Citra Raya, tepatnya ke rumah Pak Broto: Dalem Broto 2. Saya ikut mobil Akbar Rizal. Dalam perjalanan, dia bercerita macam-macam, termasuk rencananya untuk pergi ke Kilometer Nol di Pulau Weh, Sabang. Mobilyang dikendarainya ini legend. Ini membelinya dari seseorang yang telah mengepung garasinya dengan tembok di segala penjuru. Akbar Rizal berhasil merayu si empunya agar melepasnya.

Dalam pada itu, sembari menunggu yang lain datang, saya berkesempatan melihat langsung mobil Delica milik Pak Broto yang plat merah, L, Surabaya. Mobilnya klasik sekali dan tentu saja ini built up karena ia eks BKKBN (Sebagaimana tertera dalam STNKB-nya). Hingga akhirnya, kami bertemu di rumah Pak Broto yang asri. Letaknya  di pojokan komplek. Tidak disangka, banyak sekali yang datang dari teman-teman Colt Mania Tangerang dan Jabodetabek, bahkan ada yang datang dari Bekasi. Obrolan berlangsung gayeng sampai malam.

Tidak terhitung berapa gelas kopi diminum dan berapa potong cemilan telah dimakan. Obrolan hanya terpotong waktu shalat maghrib. Selanjutnya, kami bicara macam-macam di sana, termasuk rencana untuk mengadakan silaturahmi nasional yang akan mengundang teman-teman Colt dari berbagai penjuru. Yang harus dipersiapkan tentu saja rencana yang matang mengingat ia butuh tempat yang luas. Maka dari itu, perlu rapat sebelum pelaksanaan.

Acara di rumah Pak Broto berakhir sampai saya lupa mengecek jam berapanya, mungkin sekitar 22.00 atau lebih. Yang jelas, kami berhenti karena sudah tidak menemukan tema lagi yang akan kami gosipkan. Capek, sih, enggak, cuman karena sudah dianggap selesai saja, ha, ha, ha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silaturahmi ke Pordapor

Tidak terhitung kali saya berkunjung  ke PP Raudatul Ulum, Mengkaan atau Lamojang, satu dari tiga daerah penghasil tembakau linting terbaik ...