Pembaca

11 September 2012

Jika Aliran Bensin Terganggu

Pompa bensin dari filter bensin ke karburator menggunakan membran. Jika membran lemah, biasanya colt dicirikan dengan tidak kuatnya saat menghadapi tanjakan karena kekurangan bensin. Biasanya, membran tidak serta-merta langsung rusak, melainkan berstatus lemah terlebih dahulu.

Untuk aliran bensin kendaraan baru umumnya menggunakan pompa elektrik. Sayangnya, jika pompa elektrik tersebut rusak sementara kita sedang berada di tengah perjalanan, situasi ini akan mengharuskan kita membeli suku cadang yang baru, saat itu juga, atau mengganti elemen elektrik pada perangkat itu jika masih bisa diperbaiki. Namun, jika kita terpaksa pergi atau pulang dalam keadaan jauh dari toko atau tengah malam, cara paling memungkinkan adalah dengan memasukkan selang langsung ke karburator yang dituang dari jeriken/botol yang berisi bensin. Letak jeriken/botol bensin harus lebih tinggi daripada karburator.

Saya mendapatkan cerita unik dari seseorang tentang pengalamannya yang kala itu tidak bisa nanjak di sebuah tanjakan terjal karena membran colt-nya sudah lemah. Apa yang dia lakukan? Katanya, ia menggunakan perseneling R (mundur) untuk menanjak ke atas. Apakah ini masuk akal? Entahlah, saya belum pernah mengalaminya.

04 September 2012

Selang Bensin



Colt T 120 mempunyai 4 saluran selang bensin;

1. Dari karburator ke membran;
















2. Dari membran ke filter;
3. Dari filter bensin ke pipa besi















4. Dari pipa besi ke tangki

Adapun 4 selang yang pertama itu mudah dikontrol karena setiap kali membuka jok depan, kita akan langsung melihat kondisinya. Sedangkan selang kedua dan ketiga, kondisi selang akan terlihat jika kita berada di bawah mobil. Situasi seperti ini jarang dilakukan kecuali kita akan membersihkan/mengganti filter bensin, atau pada saat mencuci bagian bawah mobil. Nah, selang yang ke 4 inilah yang paling jarang kita lihat karena posisinya berada di balik ban serep dan di balik tangki bensin. Selang ini biasanya dibungkus oleh spiral untuk lebih aman dari himpitan benda-benda yang ada di sekitarnya.



Perlu diketahui, saluran bensin dari filter ke tangki menggunakan pipa besi panjang, sama seperti saluran dari membran ke filter. Namun, kedua ujungnya dibubungkan oleh selang, mungkin demi kelenturan. Catatan ini saya tulis karena saya telah terkecoh dan mendapati selang nomor 4 dalam keadaan sudah hancur ketika mobil sedang diparkir semalam suntuk. Akibatnya, bensin di tangki, yang untungnya tidak penuh, habis sama sekali. Sesekali, perlu Anda mengecek selang yang terakhir ini.

22 Juli 2012

Silaturrahmi Bermodal Mogok


Hari ini, Kamis, 21 Juni 2012, bersama beberapa anak sanggar sastra, dari Guluk-Guluk saya pergi ke kota Sumenep untuk menghadiri acara diskusi kebudayaan dengan pembicara Afrizal Malna. Tempat acara adalah di STKIP Sumenep. Entah mengapa tiba-tiba saja saja saya lewat jalur tengah, jalur yang sangat jarang saya lewati. Biasanya, saya pergi ke kota lewat Ganding – Lenteng – Sumenep. Kali ini lewat Gingging – Saronggi – Sumenep.

Ketika kami mencapai desa Kambingan (Saronggi), saya tiba-tiba ingat teman, Abdus Sofi namanya. Sebulan sebelumnya, paman saya memberi tahu agar saya menghubungi si Sofi ini untuk suatu keperluan. Saya tanggap, ke mana arah pembicaraan itu akan mengalir. Yang saya tahu adalah bahwa dia masih hidup membujang di antara teman-temannya yang kini sudah bernak-pinak. Tapi, kala itu, yang muncul adalah perasaan tidak enak. Seolah-olah, ada yang tidak beres dengan kendaraan ini.

Saya memberhentikan mobil, menepi, dan mulai cek. Ternyata benar, rem macet. Saya sentuh velg: panas!

“Rem bermasalah. Kita tidak bisa melanjutkan perjalananan,” kata saya kepada anak-anak sanggar. Mereka Cuma melongo karena tidak paham pada pembicaraan saya, atau tidak tahu harus berbuat apa.
“Tenang,” hibur saya kepada mereka sambil mengambil ponsel dan mulai menelepon.


“Sofi?”
“Ya.”
“Kamu di rtumah?”
“Iya.”
“Saya butuh bantuan kamu. Mana ada bengkel di sini?”
“Posisi kamu di mana?”
“Saya ada di dekat rumah kamu, dekat mesin pompa PDAM. Rem colt saya macet.”
“Wah, kebetulan ini saya di rumah dan sedang ada Yanto. Dia bisa perbaiki rem itu. Tunggu, ya!”

Tak lama, hanya beberapa menit, balabantuan muncul. Sofi datang bersama seorang lelaki. Dia itulah yang mungkin bernama Yanto. Akhirnya, saya dibonceng Sofi menuju rumahnya, diikuti Yanto yang mengemudikan colt bersama anak-anak.

Seraya menunggu si Yanto melucuti perangkat roda belakang untuk mengamnalisa kemacetan pada sistem rem, saya pun ngobrol dengan Sofi seputar jodoh dan segala macam. Hanya beberapa saat, Yanto memeberikan kesimpulan diagnoasanya.
“Karet master rem rusak. Beli ini!” kata dia sambil menyodorkan sebentuk cincin dari karet tebal dan kaku.
“Aneh, kok selalu roda kiri belakang, ya, yang bermasalah?” Saya menggumam.
“Rem tangan mobil ini masih berfungsi?” Yanto malah balik bertanya.
“Iya.”
“Anda mungkin sering menggunakan handrem dalam waktu yang lama, saat mobil diparkir berhari-hari di dalam garasi misalnya.”
“Betul…”
“Ya, itu penyebabnya. Tumpuan handrem ada pada roda kiri belakang. “Sekiranya diparkir di garasi dalam waktu yang lama, tidak perlu pakai handrem karena hal itu akan memberikan tekanan juga dalam waktu yang lama. Akibatnya, karet master rem roda kiri belakang akan rusak lebih cepat daripada yang lain.”
“Ooo…,” kata saya melongo, memahami penjelasannnya.

Dari sana, saya dan anak sanggar ikut Sofi yang kebetulan memang hendak pergi ke kota Sumenep. Kami naik Panther. Pada akhirnya kami bisa mengikuti acara diksusi kebudayaan bersama Afrizal Malna dengan lancar. Sepulang dari Sumenep, eh, tiba-tiba En Hidayat mengantar saya sampai ke tempat Sofi kembali dengan Kijang-nya.

Dari kisah di atas ini saya dapatkan judul tulisan.


Belajar Ngaji ke Sampang

Terkadang, kita mempertimbangkan jarak hanya berdasarkan prakiraan imajinasi yang diciptakan sendiri oleh pikiran. “Kayaknya, lebih dekat le...