Pembaca

13 November 2012

Stel Delco


Selama ini, saya tidak pernah nyetel delco sendiri. Saya akan menyuruh orang yang biasa, seperti bengkel, untuk melakukannya. Namun, pada suatu waktu saya harus melakukan itu sendiri. Saya mencobanya dan tidak berhasil.

Saya melakukan ini karena mesin mobil pincang, tidak bisa stasioner dengan baik. Bunyi mesin tidak mulus. Saya pun penasaran. Maka, setelah konsultasi kepada seorang ahli, saya mencoba melonggarkan baut setelan delco itu.

“Bagaimana cara bahwa mesin itu sudah top?” tanya saya.
“Nyalakan mesin dalam keadaan stasioner alias lepas gas. Setelah itu, injaklah gas sekaligus. Jika mesin tidak tersendat, maka berarti setelan Anda sudah bagus.”

Saya melaklukan perintahnya, berhasil. Maka, saya pun mematikan mesin dan mulai mengencangkan baut setelan delco. Saya nyalakan lagi. Eh, mesin tetap pincang/tidak stasioner. Bunyinya tersendat-sendat. Maka, saya konsulasi lagi. Hasilnya: meneyetel delco colt T itu harus dalam keadaan mesin menyala. Hal ini mungkin karena ada aus pada mur/baut delco yang telah berumur puluhan tahun itulah yang jadi penyebabnya.

Dengan cara ini, menyetel delco dalam keadaan mesinya menyala, akhirnya saya mendapatkan hasil yang saya inginkan.

Entri terkait delco ada di sini: KLIK.

25 Oktober 2012

Lampu Kabin



Selalu saja saya cari suku cadang atau pernak-pernik colt kalau ada waktu berkunjung ke “tukang jagal mobil” (rongsokan atau loak). Namun, jika saya cari barang-barang milik colt, saya selalu kecewa. Rupanya, perlengkapan milik colt termasuk yang paling diburu.

Lampu kabin (depan, dekat spion tengah) merupakan yang senantiasa saya cari. Namun, sampai sekarang saya belum mendapatkannya. Lampu kabin termasuk barang langka. Kenapa begitu? Setiap saya melihat colt, lampu kabinnya biasanya sudah copot dan tinggal dudukannya tanpa mika. Pernah, atas bantuan teman bernama Angga, saya mendapatkannya di Semarang. Sayang, yang ini bukan yang asli. Makanya, saya masih ngotot untuk mencari yang bekas saja.

Beberapa waktu lalu, saya datang ke tukang jagal mobil di Jember (Karangasem, ke utara dari Terminal Tawang Alun). Salah satu misinya adalah mencari lampu kabin tersebut, namun tak ada. Saat berkunjung ke loakan milik Pak Latif di Jember, saya hanya mendapatkan “lampu kabin belakang” untuk station wagon. Karena bentuklnya unik dan antik, seperti mangkok, saya pun membelinya. Di samping itu, harganya cuma Rp10.000 sepasang.

11 September 2012

Jika Aliran Bensin Terganggu

Pompa bensin dari filter bensin ke karburator menggunakan membran. Jika membran lemah, biasanya colt dicirikan dengan tidak kuatnya saat menghadapi tanjakan karena kekurangan bensin. Biasanya, membran tidak serta-merta langsung rusak, melainkan berstatus lemah terlebih dahulu.

Untuk aliran bensin kendaraan baru umumnya menggunakan pompa elektrik. Sayangnya, jika pompa elektrik tersebut rusak sementara kita sedang berada di tengah perjalanan, situasi ini akan mengharuskan kita membeli suku cadang yang baru, saat itu juga, atau mengganti elemen elektrik pada perangkat itu jika masih bisa diperbaiki. Namun, jika kita terpaksa pergi atau pulang dalam keadaan jauh dari toko atau tengah malam, cara paling memungkinkan adalah dengan memasukkan selang langsung ke karburator yang dituang dari jeriken/botol yang berisi bensin. Letak jeriken/botol bensin harus lebih tinggi daripada karburator.

Saya mendapatkan cerita unik dari seseorang tentang pengalamannya yang kala itu tidak bisa nanjak di sebuah tanjakan terjal karena membran colt-nya sudah lemah. Apa yang dia lakukan? Katanya, ia menggunakan perseneling R (mundur) untuk menanjak ke atas. Apakah ini masuk akal? Entahlah, saya belum pernah mengalaminya.

Keliling Madura Paket Lengkap

Sudah berkali-kali janjian dengan Ali Wasik untuk pergi ke rumah (kita sebut kiai biar lebih afdal karena dia memang pemangku pesantren, yak...