Pembaca

01 Desember 2012

Fog Lamp II


Beberapa tahun yang lalu, saya sempat mencari perlengkapan colt T 120 sampai ke Jogjakarta. Spion tanduk saya dapatkan di Probolinggo tapi dalam kondisi “hampir asli”; kondisi baru, mirip asli tapi ketebalan cagaknya tidak setebal spion yang asli. Fog lamp (lampu kabut/lampu tembak) di bumper depan saya dapatkan yang imitasi di Jogjakarta, cara yang asli sudah sangat sulit. Sedangkan lampu sein Imasen yang mendapatkan di Semarang atas bantuan teman Angga.

Namun, sungguh di luar dugaan karena tiba-tiba ada seseorang yang mengirimkan fog lamp baru kepada saya. Fog lamp “ori” merek Stanley Japan ini masih baru, lengkap dengan kardusnya. Beliau adalah Pak Bambang,  salah seorang pemilik colt yang kebetulan juga pembaca blog ini. Saya tidak pernah mengenal Pak Bambang ini di dunia nyata. Dan saya fog lamp itu pun juga merupakan hadiah, bukan dibeli.

Terima kasih, Pak Bambang. Semoga Anda dapat ganti yang lebih baik. Bukan saja di akhirat, saya masih percaya, masih banyak kejutan menarik di dunia ini untuk orang yang baik hati. Salam.

13 November 2012

Stel Delco


Selama ini, saya tidak pernah nyetel delco sendiri. Saya akan menyuruh orang yang biasa, seperti bengkel, untuk melakukannya. Namun, pada suatu waktu saya harus melakukan itu sendiri. Saya mencobanya dan tidak berhasil.

Saya melakukan ini karena mesin mobil pincang, tidak bisa stasioner dengan baik. Bunyi mesin tidak mulus. Saya pun penasaran. Maka, setelah konsultasi kepada seorang ahli, saya mencoba melonggarkan baut setelan delco itu.

“Bagaimana cara bahwa mesin itu sudah top?” tanya saya.
“Nyalakan mesin dalam keadaan stasioner alias lepas gas. Setelah itu, injaklah gas sekaligus. Jika mesin tidak tersendat, maka berarti setelan Anda sudah bagus.”

Saya melaklukan perintahnya, berhasil. Maka, saya pun mematikan mesin dan mulai mengencangkan baut setelan delco. Saya nyalakan lagi. Eh, mesin tetap pincang/tidak stasioner. Bunyinya tersendat-sendat. Maka, saya konsulasi lagi. Hasilnya: meneyetel delco colt T itu harus dalam keadaan mesin menyala. Hal ini mungkin karena ada aus pada mur/baut delco yang telah berumur puluhan tahun itulah yang jadi penyebabnya.

Dengan cara ini, menyetel delco dalam keadaan mesinya menyala, akhirnya saya mendapatkan hasil yang saya inginkan.

Entri terkait delco ada di sini: KLIK.

25 Oktober 2012

Lampu Kabin



Selalu saja saya cari suku cadang atau pernak-pernik colt kalau ada waktu berkunjung ke “tukang jagal mobil” (rongsokan atau loak). Namun, jika saya cari barang-barang milik colt, saya selalu kecewa. Rupanya, perlengkapan milik colt termasuk yang paling diburu.

Lampu kabin (depan, dekat spion tengah) merupakan yang senantiasa saya cari. Namun, sampai sekarang saya belum mendapatkannya. Lampu kabin termasuk barang langka. Kenapa begitu? Setiap saya melihat colt, lampu kabinnya biasanya sudah copot dan tinggal dudukannya tanpa mika. Pernah, atas bantuan teman bernama Angga, saya mendapatkannya di Semarang. Sayang, yang ini bukan yang asli. Makanya, saya masih ngotot untuk mencari yang bekas saja.

Beberapa waktu lalu, saya datang ke tukang jagal mobil di Jember (Karangasem, ke utara dari Terminal Tawang Alun). Salah satu misinya adalah mencari lampu kabin tersebut, namun tak ada. Saat berkunjung ke loakan milik Pak Latif di Jember, saya hanya mendapatkan “lampu kabin belakang” untuk station wagon. Karena bentuklnya unik dan antik, seperti mangkok, saya pun membelinya. Di samping itu, harganya cuma Rp10.000 sepasang.

Belajar Ngaji ke Sampang

Terkadang, kita mempertimbangkan jarak hanya berdasarkan prakiraan imajinasi yang diciptakan sendiri oleh pikiran. “Kayaknya, lebih dekat le...